Demi Kedamaian (bersama Artis Polygram) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album gabungan - Nyanyian Bersama Artis Polygram (1980 Polygram)
(Sumber asli dari piringhitam sumbangan Megat Iskandar Megat Zaharuddin)
Bila Sang Suria menyinar di pagi yang indah / Menampakkan kemegahan dunia yang fanah / Semua kehidupan meraikan kedatangannya / Kedamaian yang dibutuhkan sekalian insan / Oh! bagaikan irama simfoni yang indah / Kau menjemput aku menyanyi sama / Kedamaian adalah akhirnya peperangan / Kedamaian adalah cinta sesama insan / Oh! Tuhan ku pohonkan kepadaMu yang Maha Kuasa / Lindungilah kami yang cintakan kedamaian / Oh! padaMu ku serahkan segala jiwa dan raga / Bawalah kami ke jalan yang benar.
Dua
Insan (duet dgn Yunizar Hussein) [dengar] / [duet dgn Siti Nurhaliza]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album Yunizar Hussein - Yunizar (1980 Polygram)
Yunizar: Bila kau senyum, ku gembira / Bila kau sedih, ku menangis
/ Bagai taman rindukan kembang / Ku rindu padamu oh!
sayang / M. Nasir: Di mana
saja kau berada / Ku kan tetap bersamamu / Walaupun
jasadmu jauh / Namun hatimu dekat selalu / Walau duri
halangan menimpa / Bila cinta ada ku tetap setia / Hanya
dikau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam Syurga
/ Yunizar: Biar masa berganti
masa / Biar pun musim berubah / Telah ku katakan padamu
oh! sayang / Duet: Hanya
kuasa Tuhan dapat memisahkan / Yunizar: Jika kau tanya pada rembulan / Mengapa cahaya berseri-seri
/ Tentu jawabnya kepadamu / Kerna dikau cinta padaku
/ M. Nasir: Ku persembahkan
kepadamu / Sekuntum bunga mawar merah / Kau terima sambil
tersenyum / Kembang yang harum kau cium / Bila saja
halangan menimpa / Kerna cinta ada ku tetap setia /
Hanya dikau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam
Syurga / Yunizar: Dua insan
sedang bercinta / Dua insan berjanji setia / Telah ku
katakan padamu oh! sayang / Duet: Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan.
Joget Berpantun (suara latar bagi Yunizar Hussein) [dengar]
Lagu oleh Ooi Eow Jin dan Lirik oleh Usman Awang
Lagu asal dari album Yunizar Hussein - Yunizar (1980 Polygram)
Pesta semalam senja mengantuk / Berbaju biru bertudung lingkup / Jika matamu kerling menyahut / Hati kasih rindu bertaut / Lagu kasih puncak mahligai / Senda gurau tawa berderai / Meliuk manis lengan membelai / Anak rambut jatuh berjutai / Gugur gerimis menjelang senja / Janji keramat kita berdua / Alangkah manis bertentang mata / Seribu nikmat mencecap rasa / Istana kecil di tengah kota / Langsir biru bertingkap dua / Adik menunggu bilakah tiba / Abang sorang bandingan tiada.
Satu Hari Di Hari Raya [dengar] / [versi 1994]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album gabungan - Pemberian Di Hari Raya (1980 Polygram)
Satu hari di Hari Raya / Ku lihat cahaya bersinar indah / Langit cemerlang tak terkira / Tanda kuasa yang Maha Esa / Memberi nikmat pada manusia / Satu hari di Hari Raya / Ku dengar irama yang sungguh indah / Ku coba mendekati padanya / Kira irama itu adalah / Suara pujian pada yang Esa / Satu hari di Hari Raya / Aku menangis tanda gembira / Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya / Satu hari di Hari Raya / Ku lihat wajah suci ibuku / Ku lihat wajah kasih ayahku / Ku gembira / Mungkin inilah dia kebahagiaan.
Masing-Masing [dengar] / [versi Instrumental 1982]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir (1981 Polygram)
Kedengaran guruh di langit
berdentum / Tapi hujan masih juga tak ingin turun /
Anak-anak masih berjudi / Dengan hidup di hutan-hutan
batu / Masing-masing berjuang untuk hidup / Mimpiku
semalam sungguh aneh sekali / Ada seorang kaya menghitung
hasilnya / Sedangkan jiran disebelahnya / Tubuh menggeletar
kelaparan / Masing-masing dengan diri sendiri / Inilah
penghidupan manusia / Masing-masing berusaha mencari
bahagia / Kuasa, harta dan kemasyuran / Menjadi punca
utama / Banyak perkelahian / Masing-masing / Masing-masing
dengan hidup sendiri / Sengketa di dunia tak mudah dilenyapkan
/ Berita yang baru ku dengar menggerunkan / Antara benar
dan salah / Antara kuat dan lemah tiada beza / Masing-masing
mengejar cita / Tiap detik penduduk di dunia bertambah
/ Masing-masing dengan impian untuk jaya / Masalah dulu
belum selesai / kini datang pula yang baru / Masing-masing
dengan masalah / Jikalau kita bersikap jujur / kadangkala
tertipu oleh teman sendiri / Jikalau kita berdiam diri
/ Nanti kita ditinggalkan / Jauh ke belakang / Masing-masing
/ Masing-masing dengan hidup sendiri.
Warna Alam (bersama Al Jawaher) [dengar]
Lagu oleh A. Ali dan Lirik oleh S. Amin Shahab
Lagu asal dari album Al Jawaher - Warna Alam (1982 Polygram)
Mari kita semua renungkan bersama / Keindahan alam yang berbagai warna / Menemani jiwa setiap insani / Mencari keindahan yang kekal abadi / Akan tidak mungkin kita temui / Marilah kita mohon pada Illahi / Biru warna langit luas terbentang / Hijau dedaunan rahsianya alam / Inilah dia keagungan cipta / Yang harus kita agungkan bersama / Bersyukurlah kita kepada Illahi / Dengan kehadiran warnanya alam ini / Yang menyerikan kehidupan ini.
Adam Dan Hawa (suara latar bagi Al Jawaher) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
Lagu asal dari album Al Jawaher - Warna Alam (1982 Polygram)
Oh! Adam / Dari tanah kau dijadikan / Dan dari rusukmu adalah hidup kita hari ini / Oh! Hawa / Kau adalah ibu pertama / Dan dari rahimmu adalah hidup kita hari ini / Telah ditakdirkan di satu masa / Kau telah terpisah kerana cinta / Dan kerana cinta kau bertemu juga di dunia / Di tanah tandus padang Arafat / Dan lahirlah anakmu / Menjadi beban mistri hidup ini / Dan mulanya cemburu dan benci / Di antara insan insani / Oh! Qabil / Kerana kecantikan kau durhaka / Maka Habil / Engkau menjadi mangsanya / Bersurat dalam jiwa manusia / Andai ini / Erti hidupnya yang berterusan / Dapatkah disingkirkan.
Perjalanan 2 (bersama Al Jawaher) [dengar]
Lagu oleh dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album Al Jawaher - Warna Alam (1982 Polygram)
M. Nasir: Urusanku belum selesai selagi belum ku temui sinarnya / Hendaknya dalam perjalanan ini kau bekalkan ku Al-Fatihah / Al Jawaher: / Dengarlah suara memanggil bagai bersenandung / Sedarlah perjalanan kita hampir tamat / Sampaikan hasratku pada mereka yang soleh / Katakan ku ingin bersama memohon keredaannya / Duet: Aku pohon keredaannya.
Semalam Semalam (suara latar bagi Yunizar Hussein) [dengar]
Lagu oleh Othman Mohammed dan Lirik oleh S. Amin Shahab
Lagu asal dari album Yunizar Hussein - Semasa (1982 Polygram)
Semalam berlalu bagaikan bermimpi / Tinggalkan kenangan bersama harapan / Aku tak mengerti ertinya kecewa / Tiada ku peduli biar dia pergi / Semalam berjanji kini kau mungkiri / Semalam kau sayang kini kau menghilang / Semalam semalam tiada ku kesalkan / Pada hari esok aku tanamkan harapan / Sudahlah / Kini hanya sekedar / Khayalan / Bagai bayu yang datang / Dan menghilang / Cinta yang dilafaskan / Hanya sandiwara / Aku tak akan diperdayakan.
Pada Satu Kedudukan (suara latar bagi Search) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
Lagu asal dari album Search - Langit Dan Bumi (1986 Polygram)
Bukan pertaruhan / Bukan permainan / Tapi kenyataan / Jangan kita sekali-kali menafikan / Ada kehancuran / Nanti di hadapan / Kalau tidak diubah / Sikap dan pendirian / Kita kan kecewa / Di tepi yang jurang / Dan berduri tajam / Itulah kedudukan kita sekarang / Janganlah menolak sesama sendiri / Jika bersengketa nanti kan kecewa / Pandanglah yang sama / Buang mimpi ngeri / Maju kehadapan / Demi hak warisan / Dari zaman ke zaman.
Sabarlah Sayang (duet dgn Sharifah Aini) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Siso
Lagu asal dari album Sharifah Aini - Kasih (1989 EMI)
Sharifah Aini: Sinaran sang pelangi / Turut merasakan / Betapaku rindu kepadamu / Di mana kan ku cari / Bayangan wajahmu / Untuk mengubati rinduku ini / Sumpah setia kau ucapkan / Apakah bagai mimpi / Hilang di pagi hari / Sedang katamu dahulu / Hanyalah kepadaku / Kau berikah cintamu / Kasih / Dengarlah resah hatiku / Yang masih lagi setia / Menunggumu sayang / Kasih / Walau bumi akan bergoncang / Ku tak ingin kita terpisah / Bercerai cinta / M. Nasir: Sabarlah sayang / Sabar menunggu / Aku kan datang ke sisimu kasih / Ku hapus rindu / Ku pancung resah / Membebaskanmu yang sedang kerinduan / Sayang / Sharifah Aini: Hulurkanlah tanganmu / Biarkan ku genggam / Isyarat cintamu / Di jejariku / Oh! Sayang.
Istana Menanti (suara latar bagi Rahim Maarof) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album Rahim Maarof - Sensitif (1990 BMG)
Langkah ini / Terasa terhenti-henti / Depan kelabu pedih memilu / Masa bukan lagi temanku / Masih jua / Aku mengharap cahaya / Biarpun terus meredah berluka / Pecahan kaca / Menusuk tubuh berdarah / Sakitnya tiada terkira / Istana menanti / Bertakhta hati / Berseri... / Istana menanti / Tempat kita / Pasti... / Getar jari-jemari / Bertaut pada harapan ini / Aku membilang hari / Apa akan datang hari / Ku nanti / Istana menanti / Pasti...
Kenangan [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album gabungan amal - Kami Bersamamu Zaiton Sameon (1992 BMG)
Kenangan masakan dapat ku lupa / Terpandang wajahmu / Ku pandang juga / Tiada sesaat aku rasa jemu / Hingga kini masih merindu / Rindu...rindukan wajahmu / Hadirmu di dalam mimpi bermakna / Ku lamar hatimu tak tergoda / Hilang kata-kata bila kau terima / Tak akan ku cari / Yang lain dari kasihmu dinda / Gilakah aku / Mabukkah aku / Aduhai kasih / Aduhai habib / Asyiknya aku / Fanakah aku / Aduhai kasih / Aduhai habib / Hingga hilang kata / Bila kau terima / Tak mungkin ku cari / Yang lain dari kasihmu dinda / Kenangan bersamamu takkan luntur / Janji kita kasih tak akan gugur / Racunku minum manis terasa / Malam dan siang sama belaka / Tiada berbeza.
Bersama Berdua [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Nurbisa
Lagu asal dari album gabungan - Pasti Hitz (1994 BMG/Sony Music)
Bersama berdua / Kita memadu asmara / Setulus seia sekata / Bersama berdua / Kita meredah gelora / Senada dan seirama / Sekudus Syurga / Pernah dirasakan / Sepasang kekasih / Rendangan permai / Pada pagi sempurna / Mendamaikan sanubari / Bersama berdua / Kita menunggah rahsia / Haruman kasturi / Di rimba kesucian / Sehingga kita / Hiba dengan tangisan / Sedingin cuaca / Yang setia / Mengawal khazanah / Seusia bumi / Yang masih lagi / Didambakan para insan / Tak bermaya menghuraikan / Pengertian cinta.
Jikalau Berkasih [dengar]
Lagu oleh Ramli Sarip dan Lirik oleh S. Amin Shahab
Lagu asal dari album penghormatan buat Ramli Sarip - Tribute (1994 WEA)
Jikalau merindu pada purnama / Kenalah tunggu pada waktunya / Tapi andainya kau rindu padaku / Ketuklah pintu hatiku sedang menunggu / Jikalau merayu pada sang bunga / Jangan terus menghidu harum baunya / Manalah tahu ada racun berbisa / Nanti kau susah pula mencari ubatnya / Cinta memanglah indah / Asalkan kau berjaga / Jangan asyik melihat awan yang tinggi / Duri di bawah tidak kau peduli / Jangan terlalu memuji sibuah hati / Kalau ia lari kau yang malu sendiri / Jikalau menyemai benih biar berbaja / Bila masa menuai pasti kau gembira / Jikalau engkau mencari kekasih / Oh! carilah yang berhati mulia.
Kepadamu Kekasih (dgn Hattan & Jamal Abdillah) [dengar] /
[versi asal Kembara 1982] / [versi Konsert Akar 1995]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Eunosasah
Lagu asal dari album Hattan - Mentor (1994 WEA)
KepadaMu Kekasih / Aku berserah / Kerana ku tahu Kau lebih mengerti / Apa yang terlukis di cermin wajahku ini / Apa yang tersirat di hati / Bersama amali / KepadaMu Kekasih / Aku bertanya / Apakah Kau akan menerimaku kembali / Atau harus menghitung lagi / Segala jasa dan bakti / Atau harus mencampakku ke sisi / Tanpa harga diri / Hanya padaMu Kekasih / Aku tinggalkan / Jawapan yang belum ku temukan / Yang bakal aku nantikan / Bila malam menjemputku lena beradu / KepadaMu Kekasih / Aku serahkan / Jiwa dan raga / Jua (juga) segalanya / Apakah Kau akan menerima penyerahan ini / Apakah Kau akan menerimaku / Dalam keadaan begini.
Rantai (bersama Wings) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
Lagu asal dari album Wings - Opera Dalam Kenangan Part 2 (1994 BMG)
Kau ingin aku tunduk segala kemahuanmu / Kau cengkam dengan mata wajahmu / Rantai ini hapuskanlah / Tak bisa ku tahan lagi / Rantai ini leburkanlah / Tak ingin ku jadi abdi / Tak mungkin lagi kita menerima penaklukan / Bebas Bosnia, bebas / Bebas bumi Palestin / Rantai ini hapuskanlah / Lambat laun kan meledak / Rantai ini leburkanlah / Tak mahu ku diperbudak / Bebaskan... / Dunia ini satu bukan dua pun tiga / Bebaskan dari rantai Capitalist Imperialisma / Musibah rantai ini hapuskanlah / Tak bisa ku tahan lagi / Celaka rantai ini leburkanlah / Tak ingin ku jadi abdi / Bebaskan...
Satu Hari Di Hari Raya (versi 1994) [dengar] / [versi asal 1980]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album gabungan - Sentuhan Hari Raya (1994 BMG)
Satu hari di Hari Raya / Ku lihat cahaya bersinar indah / Langit cemerlang tak terkira / Tanda kuasa yang Maha Esa / Memberi nikmat pada manusia / Satu hari di Hari Raya / Ku dengar irama yang sungguh indah / Ku coba mendekati padanya / Kira irama itu adalah / Suara pujian pada yang Esa / Satu hari di Hari Raya / Aku menangis tanda gembira / Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya / Satu hari di Hari Raya / Ku lihat wajah suci ibuku / Ku lihat wajah kasih ayahku / Ku gembira / Mungkin inilah dia kebahagiaan.
Serumpun Tak Bisa Luroh (bersama Artis BMG/Sony Music) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Usop
Lagu asal dari album gabungan - Pasti Hitz (1994 BMG/Sony Music)
Hanyalah suara / Berbekalkan luhur budi / Bersulam bahasa / Disyairkan tulus hati / Tersenyumlah dan tertawalah / Walau pedih / Tangisku, hibaku / Tak siapa pun yang tahu / Lindungi perjalanan / Terbelakah perjuangan / Tersenyumlah dan tertawalah / Walau pedih / Genggam tanganku / Biar tak terlepas / Walau dibadai arus ganas / Kita takkan lemas / Berpayung dari sebuah rumpun / Agar tidak luruh / Semangat tidak akan lusuh / Cinta pasti teguh.
X'po Imaginasi (bersama Wings) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
Lagu asal dari album Wings - Opera Dalam Kenangan Part 2 (1994 BMG)
Ke X'po / Jangan lepaskan peluang keemasan ini / Melancung dengan percuma / Menaiki keretapi / Ke X'po... Imaginasi / Bawalah teman istimewa bersama kamu / Menghibur dan menikmati keindahan sebenarnya / Ke X'po... Imaginasi / Oh tiada siapa yang melarang / Jika bermandi-manda dalam hujan / Oh tiada siapa yang melarang / Jika mahu bergolek di rumput-rumput basah / Dapatkan tiket-tiket di cawangan kami / Di dalam dan di luar negeri / Segera hari ini / Ke X'po Imaginasi.
Dunia Impian Kita (Lagu Kempen Anti-AIDS Sedunia 1995) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Kuwata Keisuke
Lagu asal dari album penghormatan - Sentuhan Ajaib M. Nasir (1995 BMG)
Rauman tangis berjela-jela melantun gelora / Jeritan perih dari jiwa dibendung kecewa / Mencari-cari secarik semangat harapan / Di zaman bebunga mimpi-mimpi hanyalah khayalan / Oh! bayu dingin menerpa panji / Pantas tinggalkan puncak cinta / Malam rakus menjerat kita / Dalam mainan tak bermakna / Aku mendengar radio sendirian / Memerhatikan kita bertembung esok yang semakin kelam / Dikelilingi stereo sunyi suram / Memusnahkan oh! teman / Dunia impian kita / Jauh di belakang ada rintih menagih simpati / Cemas tiada sebertih daya memulih taman kasih / Mencipta lagu sentosa untuk diwariskan / Anak-anak pada musim datang menitih kehendak alam / Oh! gerak tari yang bersenandungkan pilu / Sepantai yang kesal menggalah sendu / Senyum tawa hambar tak bermaya / Dalam gelap irama rancak bergetar / Gambar dalam video tak bernama / Langit petang meramalkan yang dijangka sandiwara sementara / Sama saja seperti biasa / Dulu, kini, oh! teman temasya airmata / Oh! haru biru / Oh! segala syahdu / Oh! berita pilu / Oh! tangis sendu.
Ghazal Untuk Rabiah (duet dgn Jamal Abdillah) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir & Jamal Abdillah dan Lirik oleh Cendrawasih
Lagu asal dari album Jamal Abdillah - Suratan Kasih (1995 WEA)
Jamal: Kilauan bintang berkelip-kelip di langit tinggi / Dan cahaya menari-nari di langit biru / Tidaklah dapat menenangkan perasaanku / Yang merindukan kehadiran kasih / M. Nasir: Gemersik irama merdu buluh perindu / Dan nyanyian pari-pari dari kayangan / Tidaklah dapat tenteramkan sanubari / Yang mendambakan kepastian kasihmu / Jamal: Rela lepaskan segala-gala yang ku ada / Andai itu yang kau hajatkan / M. Nasir: Rela terima apapun syaratnya dan dugaan / Untuk ku buktikan cintaku / Jamal: Asalkan dapat ku mengubati hatiku yang cedera / Ditumpaskan cinta (kekasih) / M. Nasir: Asalkan dapat ku menundukkan amukan gelora jiwa / Yang menagih kasih / Duet: Yang halus yang tulus / Yang mulus yang kudus / M. Nasir: Majnun... / Jamal: Semoga malamku tidak lagi jadi medan airmata / Menusuk segenap kalbuku.
Hati Emas (versi unplugged) [dengar] / [versi asal Kembara 1981]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album kompilasi - Unplugged Terbaik '95 (1995 Polygram)
Berjalan di tanah gersang / Mentari mencekam dada / Debu-debu di jalanan / Menjadi teman setia / Tiada lain tujuanku / Hati emas yang ku cari / Kisahnya di hujung dunia / Mengapa tak ku temui / Oh! terdengar suara halus / Bagai dengar dan menghilang / Katanya pulanglah oh! anakku / Ia tiada di sini / Kembara / Puas sudah ku mengembara / Ke mana perginya oh! cahaya / Mencari hati emas bukannya mudah / Di masa kini adakah kau peduli / Mungkinkah dikau miliki / Hati emas murni suci / Inginku menjadi sahabatmu / Hingga akhir hayat nanti / Kembara / Puas sudah ku mengembara / Ke mana perginya oh! cahaya / Mencari hati emas bukannya mudah / Mungkin selamanya takkan aku temui.
Musafir Di Aidilfitri [dengar] / [versi yang lain2]
Lagu dan Lirik oleh Amir Kasmadi
Lagu asal dari album gabungan - Sensasi Hari Raya Salem (1995 BMG/WEA)
Gema takbir di subuh hari / Menjelang sudah AidilFitri / Tapi hamba musafir diri / Ke sana sini membawa diri / Ayah ibu dah lama pergi / Pergi menyambut seruan Illahi / Tinggal hamba seorang diri / Tiada siapa ingin hampiri / Oh! Tuhan yang Maha Kaya / Hamba menangis di pagi Raya / AidilFitri hari bahgia / Tapi hamba dilanda derita / Pusara ayah dan juga ibu / Di hari mulia hamba kunjungi / Dengarlah ini tangisan anakmu / Hamba musafir di AidilFitri.
Mencari Amerika (duet dgn Dr Wan) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Dr Wan
Lagu asal dari album Dr Wan - Dayung (1996 BMG)
A.M.E.R.I.K.A. Amerika Amerika / A.M.E.R.I.K.A. A.M.E.R.I.K.A. / Amerika Amerika / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Dari Hollywood ke CNN / Dari Pepsi ke Coca-Cola / Dari Newsweek ke Time Magazine / Dari Kentucky ke McDonalds / Dari Dallas ke Dynasty / Tarzan ke John Wayne / Casper ke Rambo / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Di sini Amerika / Oh! di sana Amerika / Sini sana Amerika / Mana-mana Amerika / Seluruh dunia Amerika / Oh! di mana Amerika / Di sini Amerika / Sini sana Amerika / Mana-mana Amerika / Ku mencari Amerika / Di mana Amerika / Ku mencari Amerika / Di mana Amerika / Dari Pentagon ke CIA / Dari Hiroshima ke Nagasaki / Dari Vietnam ke Pulau Bidong / Nicarguay, P.B.B., Desert Storm / Bosnia, Herzegovina / Aku mahu Amerika / Aku mahu Amerika / Ku mencari Amerika / Ku mencari Amerika / Bagi aku Amerika.
Ingin Masuk Syurga (dari Filem 'Merah') (suara latar bagi Awie) [dengar]
Lagu oleh Hidayat dan Lirik oleh Kristo Bimbo
Lagu asal dari album Merah - Original Soundtrack (1996 BMG)
Mengapa cinta yang ku damba / Masih belum jadi nyata / Mengapa cahaya yang ku puja / Gelita pula yang singgah / Mengapa dalam terus bertengkar / Dosa pula tak dapat ku hindar / Aku juga ingin masuk Syurga / Ingin jadi warga mulia yang sejahtera / Daun mana harus urut / Jalan mana harus turut / Yang lama sudah mula belukar / Yang baru masih samar / Hidup kembara dalam bahaya / Makin difikir makin ku lemah / Hendak ku rayu tiada siapa / Kerana siapa berjiwa besar yang ku kenal lagi / Makin lama makin singkat masaku / Makin lama makin sikit sisa nafasku / Makin lama makin berat untukku susun / Untuk bangun dan berjuang dalam hidup ini.
Tinggalkan Satu Peluru (dari Filem 'Merah') [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
Lagu asal dari album Merah - Original Soundtrack (1996 BMG)
Hidup semalam banyak mengajariku / Ingat-ingat tinggalkan satu peluru / Takut-takut kawan yang berganding bahu / Berkesudahan menjadi seteru / Mana tahu? / Dah jadi hantu / Selagi genting belum datang mengetuk pintu / Siapakah yang kanan / Siapa pula yang kiri / Wayang dulu tak pernah reda / Hitam putih terus bertingkah / Helah menghelah mencuri mimpi / Di mana helang terbang ke situku tuju / Biar pun angin mengganas menusuk tubuh / Di mana, biarpun ke pusar mentari ku pergi / Asalkan ku menang / Begitu juga kata-kata rindu dan cinta / Sehati sejiwa, hidup dan mati bersama / Dusta kini sudah lumrah / Hingga benar sukar diterima / Yang tewas tak pernah di puja.
Ya! Sidi Mustafa (dari Filem 'Merah') [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
Lagu asal dari album Merah - Original Soundtrack (1996 BMG)
Seberat mana bebanan kau mampu tersenyum / Wajahmu tenang sentiasa nampakkan girang / Mengambil kira luahan setiap insan / Biarpun hidupmu sedang dalam tertekan / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Sedihmu tak kau larutkan menjadi tangisan / Tanganmu kau ringankan untuk hulurkan bantuan / Kau coba kabulkan setiap permintaan / Biar habis segala kau sanggup meminjam / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Pahit kau telan, Ya! Sidi / Ya! Sidi Mustaffa / Sultan segala fakir / Di mataku kaulah manusia paling istimewa / Ya! Sidi Mustaffa / Pemilik Panji Sakinah / Di mataku kaulah terkaya antara yang terkaya / Tak segan bermandi keringat / Tak takut dihitam mentari / Tak lari walaupun dicabar / Demi sebuah kebenaran / Demi kebenaran / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Pahit kau telan, Ya! Sidi.
Ala Canggung (duet dgn Ramlah Ram) [dengar] / [versi Tiga Bidara]
Lagu Tradisional
Lagu asal dari album Ramlah Ram - Sekeping Cinta Sehampar Janji (1998 BMG)
Ala canggung masihlah masih canggung / Canggung canggung / La la la li la le... / Nasi kunyit bang oi gulailah yang ayam / (tang manalah ayam?) / Mari dimakan di batas lintang / Kupiah sengit bang oi berjalanlah malam / (bilakah malam?) (tadilah malam) / (hai sejukkah malam?) / Hendak mencari si sanggul lintang / Kuala kundang sayang di padanglah sidi / (tang manalah sidi?) / Tempatlah orang julang penyanyi / Sanggul lintang dek oi bungalah disunting / (tang manalah sunting?) / (tang duduk sunting) / (hai sungguhkah sunting?) / Bagailah mana abang tak ingin / Bukit Cuping sayang buahlah berangin / (tang mana berangin?) / Tempatlah orang mengambil pajak / Putih kuning bang oi toksahlah dok ingin / (siapa dok ingin?) / Banyaklah orang dok balik saja / Ala canggung / (siapa canggung?) / (abang canggung) / (alamak aku canggung) / Canggung / Canggung.
Salam Dunia (lagu Hari Raya 2001) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari album kompilasi - Gilang-Gemilang Aidilfitri (2001 BMG)
Suara tangis yang kau dengar / Memecah hari kudus ini / Adalah aku mengenang pemilikku / Kita mohon kemenangan meroboh kota keakuan / Ini saatnya yang ku nanti-nanti / Mereka yang dilanda derita / Redalah harimu kan tiba / Cahaya Kekasih yang benar / Menghapus segala api kemarahan / Salam dunia / Salam semua / Salam Hari Raya / Bersinar akhirnya / Inilah hari kita / Tiada lagi rasa ketakutan.
Dua Insan (duet dgn Siti Nurhaliza) (bootleg) [dengar] / [versi asal dgn Yunizar Hussein]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu asal dari Rancangan Istimewa Hari Raya "Ole Ole Siti Nurhaliza" (2003 TV3)
Rakaman Real Audio ikhsan Jakionline.net - Sumbangan dari Saudari Ijot
Siti: Bila kau senyum, ku gembira / Bila kau sedih, ku menangis / Bagai taman rindukan kembang / Ku rindu padamu oh! sayang / M. Nasir: Di mana saja kau berada / Ku kan tetap bersamamu / Walaupun jasadmu jauh / Namun hatimu dekat selalu / Bila kini halangan menimpa / Bila cinta ada ku tetap setia / Kerna engkau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam Syurga / Siti: Dua insan sedang bercinta / Dua insan berjanji setia / Telah ku katakan padamu oh! sayang / Duet: Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan / Siti: Jika kau tanya pada rembulan / Mengapa cahaya berseri-seri / Tentu jawabnya kepadamu / Kerna dikau cinta padaku / M. Nasir: Ku persembahkan kepadamu / Sekuntum bunga mawar merah / Kau terima sambil tersenyum / Kembang yang harum kau cium / Bila saja halangan menimpa / Kerna cinta ada ku tetap setia / Hanya dikau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam Syurga / Siti: Biar masa berganti masa / Biar masa pun berubah / Telah ku katakan padamu oh! sayang / Duet: Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan.
Seloka Cak Kun Cak (duet dgn Dato S. M. Salim) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Seth
Lagu asal dari album Dato S. M. Salim - Sekarang Dah Jadi... (2003 WEA)
Dato: Satu masa yang telah silam / M. Nasir: Tak dapat diambil kembali / Dato: Melayu masyhur serata alam / M. Nasir: Hidup mewah gagah sekali / Dato: Pahlawan kita nama terbilang / Ditakuti ramai perwira / M. Nasir: Melawan musuh tak terbilang / Duet: Gerak semangat kerana bangsa / Dato: Kelekaan jangan dikenang / M. Nasir: Lautan duka kelak direnang / Dato: Hampir tinggal sehelai benang / M. Nasir: Bencana sengaja dipinang / Dato: Jika perhati bangsa dagang / Kapak beliung ditangan memegang / M. Nasir: Kekayaan hendak diregang / Duet: Akhirnya saudagar pangkat dijulang / Dato: Disulami syair termasyhur / M. Nasir: Usahlah berdengkur / Kita jua yang bertafakur / Duet: Yang mana khilaf tegur menegur / La.. la.. la.. la.. / Dato: Kulitnya bersih hati pun bersih / Budi yang baik hatinya pengasih / Kulitnya bersih hati pun bersih / Memikul belati tiada memilih / Jadikan bersih hati pun putih / Berkata benar bermulut fasih / Jadikan bersih hati pun putih / Duet: Dialah khazanah pintu terpilih / Aa.. aa.. aa.. aa.. / Dato: Awak yang payah membelah ruyung / M. Nasir: Orang bertandang yang beroleh untung / Akhirnya kita tak akan dihitung.
Bagaikan Sakti (duet dgn Siti Nurhaliza) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
Lagu dari Soundtrack Filem Puteri Gunung Ledang (2004 Enfiniti)
Siti: Cinta datang / Tanpa diundang / Seumur masa tercipta / M.Nasir: Dia datang bagai sakti / Bagai menyaksi mekar / Kembang pagi / Siti: Cinta datang / Dengan senyuman / Panasnya membakar mentari / Duet: Wajah yang tergambar / Tak akan terpudar / Dari hati insan yang fana ini / Duet: Fana ini / M.Nasir: Tak mungkin mentari / Akan terus sembunyi / Siti: Tiada sempadan / Tak bisa kulewati / Duet: Jika ini hakikatnya / Aku serahkan jiwa dan ragaku / Menantimu walau sengsara / Jika ini ketentuannya / Jika ini hakikatnya / Aku serahkan jiwa dan raga / Jika ini ketentuannya / Kaukan jadi milikku jua.
Lagu Jiwa Lagu Cinta (duet dgn Mawi) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan
Lirik oleh Loloq
Lagu asal dari album Mawi - Yang Tercinta (2005 Maestro Records)
Mawi: Menyanyi kerana gembira / Menyanyi kerana sedih / Menyanyi kerana rindu / Aduh siapa dapat membaca / Hatiku saat ini / M.Nasir: Menari kerana melayan / Menari kerana sunyi / Menari kerana kasih / Ada di depan masih juga tak mengerti / Mawi: Gerangan apa buat ku kemari / Dalam temasya ku memencil diri / M.Nasir: Darilah jauh asyik memandangya / Duet: Sekalipun dia masih tak perasan / Ku disini / Oh.. lagu jiwa / Mawi: Bukan lagu mengadu nasibku / Duet: Lagu cinta / Mawi: Bukan lagu meratap hidupku / Duet: Hanya nak menyatakan / Tuah dan untung badan / Di uji hebat cinta sehebat begini / Hebat begini
Mantera Beradu (duet dgn Malique) [dengar]
Lagu oleh D' navigator dan Lirik oleh Malique/M. Nasir
(Mengandungi sample lagu Sehala Tak Setujuan oleh Sweet September)
(Lagu asal dari album Malique - OK (2008 Qarma Musiq)
(Sebahagian besar lirik adalah dari MySpace rasmi Malique Ibrahim)
Suara Latar: Masih belum sempurna / Bismillahi Rahman-Nir-Rahim / Malique Al Kudus... / Mantera Beradu (x3) / Dengan irama dan lagu / M.Nasir: Gerakkan Hati / Hati gerakkan /Pandanglah aku / Aku lah dia / Malique: Kulitku tebal / Ku bebal / Ingat ku kebal /
Banyak berbual / Makan angin kembung perut mual /
Resah dan tidak senang / Hidup tak pernah lenang / Ku skizo paranoia takut pecah tembelang / M.Nasir: Pecah tembelang / Peta dah hilang /
Bangau dah pulang / Suara sumbang / Malique: / Lidahku kaku tak selicik kuku / Teman baikku buku /
Bini ku pena / Tak pernah lena /
Aku suka mengintai pantang ditenung /
Berakhir pertelingkahan dalaman pasti belum /
Ikut gerak hati / Pena melayang /
Dilihat dua layang pandang / Taklah segarang /
Takat meradang /
Tanya.. abang gedang apa barang? /
Badan macam badang /
Main acah belakang parang /
Hunuskan keris musuh ada pistol /
Tradisi kekalkan adaptasi harus betul /
Tujuh baris keramat / Tujuh garis penamat /
Baik berpada / Biar jahat asal selamat / Ramai saudaraku yang baik telah dipijak / M.Nasir: Awan mendung yang berarak /
Bawa tangis bawa resah /
Rebah rindu yang terkumpul /
Semua gerak dan kalimat /
Semua janji yang terikat /
Lebur disisiMu / Malique: Ay yo! ijazah terbaik datangnya dari jalanan /
Dari pengalaman bercakap dan bersalaman /
Konflik motivasi / Cuba medatasi /
Positif yang benci jadi inspirasi pagi /
Peduli interpretasi basi / Pekakkan sebelah alang biar keduanya / Muka cantik /
Soalan bodoh yang ditanya / Jadi melodinya lebih hina dari zina /
Lu bikin dosa / Ku bikin prosa /
Testosterone testarosa /
Cita-cita sosa / KL, KL cosa nostra /
Jalan berliku ku harung roller coaster /
Gah sentosa tiada penyesalan /
Luas pandangan jauh dah berjalan /
Tak sempurna masih ada kejanggalan / M.Nasir & Malique: Gagal merancang, merancang kegagalan / M.Nasir: Awan mendung yang berarak /
Bawa tangis bawa resah /
Rebah rindu yang terkumpul/
Semua gerak dan kalimat /
Semua janji yang terikat /
Lebur disisiMu /
Kucing bawa tidur / Rimau bawa ngigau /
Masuk tempat orang / Bawa otak bukan pisau / M.Nasir: Naik bukit angkuh cakap ayah jangan risau /
Turun bukit pucat dengar tiga miaww /
Kucing bawa tidur rimau bawa ngigau /
Masuk tempat orang bawa otak bukan pisau /
Tolak pintu gua / Tiga kerat tenaga /
Kosong tak dijaga sampai datang tiga naga /
Ingat nak berlaga tapi tak kan boleh menang /
Menang dengan otak tak mesti dengan pedang /
Sebelum jadi naga, ikan koi renang renang /
Kura-kura salah jawab pantun, naik berang /
Panggil lima kawan atau biar pergi laju /
Risaukan pekara temeh kita tak akan maju /
Muka sama hijau hati siapa tahu /
Merah dah menyala pasti mati siapa mahu /
Gagap tiga kali bercakap benar saja
/ Bulan terang ramai yang keluar buat kerja / M.Nasir & Malique: Panjat pokok buluh cari tokong air terjun /
Naik sampai nampak dah terpegun turun /
Tiga ular ikut lompat atau paut /
Kalau lari mati jika belok maut / M.Nasir: Awan mendung yang berarak /
Bawa tangis bawa resah / Rebah rindu yang terkumpul /
Semua gerak dan kalimat /
Semua janji yang terikat /
Lebur disisiMu /
Puisi hati mu / Hati mu puisi /
Palu hati ku / Palu hati ku / Malique: Kulit tak besalin walau saling ganti baju / Pandang sini pandang sinis /
Ku berbahasa baku / Tatakata nahu /
Himpun jadi satu /
Mantera beradu dengan irama dan lagu / Suara Latar: Akhirnya sempurna.
Ada Masa Mata (suara latar bagi Siti Nurhaliza) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Ad Samad
Lagu asal dari album Siti Nurhaliza - Lentera Timur (2008 SNP/SRC)
(Ada sedikit suara M. Nasir "heh.. heh.. heh" di latar bahagian akhir lagu - jadilah)
Ada masa masa / Bukan dengan mata / Nak menilai rupa / Mana cantik, molek dan manis / Tetapi itu kerja hati / Melihat dari pekerti / Ada masa masa / Dari sisi sama / Masih tetap jua / Pandangan boleh berbeza / Asalkan saja di hati / Sudi cuba memahami / Ada masa mata / Ada sahaja / Ada yang tidaklah kena / Cerewet mencari sempurna / Terlupa apa berharga / Ada masa mata dan ketika / Tak terlihat cela / Kerana hati sudah suka / Seperti juga aku / Bila mengenali dirimu / Jangan kunci / Pintu hati / Lepas pandang / Sebalik diri / Bila indah telah pudar / Atas apa kita berdiri.
Komen? |